Minggu, 03 Juni 2012

9. Deskripsi Orang ( Chairil Anwar )   

Chairil Anwar adalah tokoh populer, sastrawan besar Indonesia. Karya-karyanya sangat mewarnai khasanah kesusasteraan Indonesia dan mengilhami lahirnya sastrawan besar di Indonesia generasi berikutnya, hingga ia dinobatkan sebagai sastrawan pelopor angkatan 45 oleh HB Jasin. Sosok Chairil Anwar dapat dianalogikan sebagai seekor burung yang bebas, merdeka baik dalam berkarya maupun dalam keseharian. Kehidupannya sangat semrawut, mulai dari cara berpakaian maupun pola hidupnya. Tipe sajak yang diciptakannya penuh energi, semangat, dan teriakan lantang. Sajak berjudul “ AKU “ hingga kini masih menjadi karya monumental Chairil Anwar. Chairil populer dengan julukan “ Si Binatang Jalang “. Julukan ini juga diambil dari salah satu kalimat dalam sajaknya.
    Masa kecil Chairil Anwar dihabiskan di Medan bersama kedua orang tuanya. Orang tuanya berasal dari kalangan terpandang seorang bupati di Kabupaten Indragiri Riau. Chairil mengenyam pendidikan dasar di HIS ( Hollandsch- Inlandsche School ) kemudian melanjutkan pendidikannya di MULO ( Meer Uitgebreid Lager Onderwijs ). Chairil mengenal dunia sastra sejak tinggal di Jakarta bersama ibunya. Saat itu kedua orang tuanya bercerai dan Chairil mengikuti ibunya. Ia banyak membaca karya-karya sastrawan dunia seperti Rainer M. Rilke, W. H. Auden, Archibald Macleish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron, sehingga karya-karya Chairil banyak dipengaruhi gaya penulisan sastrawan-sastrawan tersebut.
    Nama besar Chairil Anwar mulai mengorbit setelah karyanya dupublikasikan di majalah Nisan. Puisi Chairil banyak bercerita tentang kehidupan, kematian dengan gaya bahasa yang tegas serta tidak mengikuti pakem penyusunan puisi. Semua tulisan Chairil kemudian dibukukan dalam berbagai antologi puisi serta banyak diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Spanyol. Akibat pola hidup yang tidak teratur, Chairil kemudian terkena penyakit TBC dan akhirnya meninggal di usia sangat muda ( 26 tahun ) dan dimakamkan di pemakaman umum Bivak. Hingga kini makam Chairil dikunjungi ribuan orang terutama para pengagum karya-karyanya.

Cirinya :
1.    Perjalanan karir
Chairil Anwar merupakan tokoh populer, sastrawan besar Indonesia. Chairil mengenal dunia sastra sejak tinggal di Jakarta bersama ibunya. Saat itu kedua orang tuanya bercerai dan Chairil mengikuti ibunya. Ia banyak membaca karya-karya sastrawan dunia seperti Rainer M. Rilke, W. H. Auden, Archibald Macleish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron, sehingga karya-karya Chairil banyak dipengaruhi gaya penulisan sastrawan-sastrawan tersebut.
2.    Kepribadian
Sosok Chairil Anwar dapat dianalogikan sebagai seekor burung yang bebas, merdeka baik dalam berkarya maupun dalam keseharian. Kehidupannya sangat semrawut, mulai dari cara berpakaian maupun pola hidupnya.
3.    Julukan
Chairil Anwar populer dengan julukan “ Si Binatang Jalang “
4.    Keadaan ekonomi
Orang tuanya berasal dari kalangan terpandang seorang bupati di             Kabupaten Indragiri Riau.
5.    Pendidikan
Pendidikan dasar di HIS ( Hollandsch- Inlandsche School ) kemudian melanjutkan pendidikannya di MULO ( Meer Uitgebreid Lager Onderwijs ).

6.    Hasil karya
 Puisi Chairil banyak bercerita tentang kehidupan, kematian dengan gaya bahasa yang tegas serta tidak mengikuti pakem penyusunan puisi. Sajak berjudul “ AKU “ hingga kini masih menjadi karya monumental Chairil Anwar.
7.    Penghargaan
Pelopor sastra modern dan pelopor angkatan 45
8.    Akhir hayatnya
Akibat pola hidup yang tidak teratur, Chairil kemudian terkena penyakit TBC dan akhirnya meninggal di usia sangat muda (26 tahun) dan dimakamkan di pemakaman umum Bivak.
8. Pengertian mantra
Mantra berasal dari kata Sansekerta yaitu “ mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata dalam masa lampau. Dalam masyarakat Melayu, mantra atau juga dikenal sebagai jampi, serapah, atau seru adalah sejenis pengucapan yang  terdengar seperti puisi yang mengandung unsur sihir dan ditujukan untuk mempengaruhi atau mengontrol sesuatu hal untuk memenuhi keinginan penuturnya. Antara lain, mantra merupakan ayat yang dibaca untuk melakukan sihir, yaitu melakukan sesuatu secara kebatinan, seperti menundukkan musuh, melemahkan musuh dan lain-lain.
Selain itu mantra dianggap memiliki kekuatan gaib yang luar-biasa yang memungkinkan pembacanya mengontrol seseorang atau alam. Mantra bisa diartikan sebagai susunan kata yang yang berunsur puisi ( seperti rima dan irama ) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pqwang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain. Dalam sastra melayu lama, kata lain untuk mantra adalah jampi, serapah, tawar, sembur, cuca, puja, seru, dan tangkal. Mantra termasuk dalam genre sastra lisan yang populer di masyarakat Melayu, sebagaimana pantundan syair. Hanya saja, penggunaannya lebih eksklusif, karena hanya dituturkan oleh orang tertentu saja, seperti pawang dan bomoh (dukun). Menurut orang melayu, pembacaan mantra diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib untuk membantu meraih tujuan-tujuan tertentu.
Sebagaimana dengan pandangan Djamaris ( dalam Udu 2009 : 51 ) mantra adalah suatu hubungan yang diresapi kepercayaan kepada dunia yang gaib dan sakti. Gubahan mantra ini mempunyai seni kata yang khas pula. Kata-katanya dipilih secermat-cermatnya, kalimatnya tersusun rapi, begitu pula dengan iramanya. Menurut Sutrada dkk ( 2006 : 114 ) mantra adalah susunan kata berbentuk puisi (mengandung rima dan irama) yang dianggap sebagai kekuatan gaib biasanya ini digunakan untuk menandingi kekuatan gaib lainnya.
Biasanya, mantra bersifat sihir simpati, yaitu sesuatu sifat disebut atau dikaitkan dengan sesuatu/ seseorang agar pembaca  mantra tersebut dapat memiliki sifat yang sama. Misalnya bacaan mantra, “.... Aku bukan tepuk bantal, tetapi tepuk hatimu...” dan yang lain-lain.
Ciri – ciri mantra pada umumnya adalah
1.    Mantra terdiri dari beberapa rangkaian kata berirama.
2.    Isinya berhubungan dengan kekuatan gaib.
3.    Mantra diamalkan dengan memiliki tujuan tertentu.
4.    Mantra diwarisi dari perguruan atau melalui cara gaib seperti menurun/ keturunan atau mimpi.
Dari segi bentuk, mantra sebenarnya lebih sesuai digolongkan ke dalam bentuk puisi bebas, yang tidak terlalu terikat pada aspek baris, rima dan jumlah kata dalam setiap baris. Dari segi bahasa, mantra biasanya menggunakan bahasa yang khusus yang sukar dipahami. Adakalanya, dukun atau pawang sendiri tidak memahami arti sebenarnya mantra yang ia baca, ia hanya memahami kapan mantra tersebut dibaca dan apa tujuannaya.
Dari segi penggunaan, mantra sangat eksklusif, tidak boleh dituturkan sembarangan, karena bacaannya dianggap keramat dan tabu. Mantra biasanya diciptakan oleh seorang dukun atau pawang, kemudian diwariskan kepada keturunan, murid ataupun orang yang ia anggap akan menggantikan fungsinya sebagai dukun.
Kemunculan dan penggunaan mantra ini dalam masyarakat melayu, berkaitan dengan pola hidup mereka yang tradisional dan sangat dekat dengan alam. Oleh sebab itu, semakin modern pla hidup masyarakat melayu dan semakin jauh mereka dari alam, maka mantra akan semakin tersisihkan dari kehidupan mereka. Biasanya membutuhkan pengamalnya yakin keras, dan jika pengamalnya merasa kurang keyakinan, mantra akan menjadi tawar dan tidak efektif.
  
7.Notulen Rapat

Standar Kompetensi
    Mengungkapkan informasi ddalam bentuk rangkuman /ringkasan, notulen rapat dan karya ilmiah
Kompetensi Dasar
    Menulis notulen rapat sesuai dengan pola penulisannya.

Notulen adalah catatan singkat mengenai jalannya rapat dan hal yang diputuskan atau dibicarakan atau laporan yang berbentuk singkat yang memuat isi
dan hasil pertemuan.
    Unsur-unsur Notulen rapat ditulis berdasarkan urutan materi dan tujuan rapat, waktu rapat, tempat rapat, peserta, acara rapat atau pelaksanaan, jalannya rapat, dan keputusan atau hasil rapat.

Contoh : Notulen Rapat Pengamatan Museum Sulawesi Tenggara

1.    Materi dan Tujuan Rapat
Materi rapat adalah membahas program kerja OSIS SMAN 4 Kendari. Tujuan rapat sebagai berikut:
a.    Menampung pendapat tentang program kerja OSIS SMAN 4 Kendari.
b.    Membahas rencana pengamatan di Museum Sultra.
c.    Pembetukan panitia pengamatan di Museum Sultra.
2.    Waktu
Hari, tanggal : Sabtu, 20 Desember 2010
Waktu             : 14.00 – 17.00 WITA
3.    Tempat
Ruang OSIS SMAN 4 Kendari
4.    Peserta
Rapat dihadiri oleh guru pembimbing, pengurus OSIS, dan perwakilan kelas XI,setiap kelas 5 orang.
5.    Pelaksanaan
Acara rapat sebagai berikut:
a.    Pembukaan
b.    Pengarahan oleh guru pembimbing
c.    Membahas program kerja oleh OSIS SMAN 4 Kendari
d.    Pemilihan panitia pengamatan di Museum Sultra dipandu oleh ketua OSIS SMAN 4 Kendari.
e.    Penutup
6.    Jalannya Rapat
Rapat berjalan dengan  tertib dan lancar. Acara dimulai pukul 14.00 Wita.
Semua peserta mengikuti rapat sampai selkritik dan esai. Rapat diawali dengan pembukaan oleh ketua OSIS SMAN 4 Kendari. Dilanjutkan dengan pengarahan mengenai prosedur pengamatan. Pengarahan ini dikemukakan oleh Ibu  Dra. H. Rosmita, M.Hum, selaku guru pembimbing kegiatan pengamatan.
Selanjutnya, rapat membahas program kerja SMAN 4 Kendari. Rapat juaga memilih panitia pengamatan yang akan diadakan di Museum Sultra. Rapat ditutup oleh saudara Muh. Iqbal kalbi, selaku ketua OSIS SMAN 4 Kendari. Rapat berakhir pukul 17.00 Wita.
7.    Keputusan Rapat
Penyampaian program oleh ketua OSIS SMAN 4 Kendari .
Rapat ini membahas pengamatan di Museum Sultra. Berkaitan dengan kegiatan tersebut, perlu dilakukan pembentukan panitia pengamatan.
Hasil pemilihan panitia kegiatan pengamatan di Museum Sultra:
a.    Ketua      :   Faisal Nismar
b.    Wakil         :   Fina Amalia
c.    Sekretaris    :   Faturrachman M
d.    Bendahara  :   Rosmitha
e.    Seksi-Seksi sebagai berikut:
1)    Seksi Dana                   :   Hariaty
2)    Seksi Akomodasi dan Perizinan :   Rifkiani
3)    Seksi Konsumsi               :   Nur Ratni
6. PARAGRAF PERSUASIF
Paragraf Persuasif -  Setelah kita bahas mengenai paragraf eksposisi sekarang akan kita bahas mengenai Paragraf persuasif, apa itu paragraf persuasif & bagaimana cara menulis paragraf persuasif itu? mari kita simak uraian berikut. Paragraf persuasif adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta.
Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh bila Anda akan menulis paragraf persuasif.


A. Menentukan Topik dan Tujuan  Dalam Paragraf Persuasif

Dalam paragraf persuasif, tujuan penulis dapat dikemukakan secara langsung. Misalnya, topik yang dibuat oleh penulis adalah “Menghidari pengaruh buruk nakotika dan obat-obatan terlarang lainnya”. Tujuan penulisan yang dapat dirumuskan adalah meyakinkan pembaca bahwa narkotika dan obat-obat terlarang lain merupakan pembunuh berdarah dingin yang secara perlahan membawa pecandunya ke liang lahat.


B. Membuat kerangka Karangan Paragraf Persuasif

Agar susunan tulisan persuasif itu sistematis dan logis, kerangka tulisan perlu mendapat perhatian dalam perumusannya.

Susunan pembahasan yang tepat untuk paragraf persuasif adalah susunan logis dengan urutan sebab akibat. Dengan pembahasan seperti ini, pembaca langsung dihadapkan pada masalah yang sedang dibahas.

Contoh kerangka tulisan persuasif dengan topik “Menghilangkan pengaruh buruk narkotika dan obat-obat terlarang lain” ialah sebagai berikut.

Kerangka Tulisan Persuasif   
1. Hakikat Narkotika dan Obat-obat Terlarang   
1.1 Pengertian narkotika dan obat-obat terlarang   
1.2 Jenis narkotika, bentuk, dan harga   
1.3 Efek masing-masing jenis narkotika bagi tubuh   
2. Latar Belakang Pecandu Narkotika   
2.1 Frustasi   
2.2 Broken home   
2.3 Ingin disebut modern   
2.4 Sebab-sebab lain   
3. Pengaruh yang Ditimbulkan oleh Narkotika   
3.1 Pengaruh narkotika terhadap kondisi fisik dan kejiwaan pecandu   
3.2 Pengaruh narkotika terhadap masa depan pecandu   
3.3 Pengaruh narkotika terhadap masyarakat   
4. Cara Penanggulangan yang Mungkin Dilakukan   
4.1 Menghilangkan hal-hal yang menjadi penyebab terjerumusnya seseorang ke dalam dunia narkotika
4.2 Meningkatkan kerja sama antara orang tua-gurukepolisian dalam memberantas narkotika

C. Mengumpulkan Bahan Untuk Paragraf Persuasif

Bahan dapat diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara, dan penyebaran angket kepada responden.
Pada saat mengumpulkan bahan, kita dapat membuat catatan, baik kutipan langsung maupun tidak langsung, yang nantinya dapat dijadikan sebagai barang bukti
.
Contoh.
Peneliti mengungkapkan bahwa sebab-sebab seseorang dapat terjerumus ke dalam dunia narkotika: 45% broken home, 20% frustasi, 17% ingin disebut modern, dan sisanya karena sebab lain (Sukartono, 1987:45)
Artinya:
Data tersebut diperoleh dari buku karangan Sukartono yang diterbitkan pada tahun 1987, halaman 45.

D. Menarik Kesimpulan dari Paragraf Persuasif

Penarikan kesimpulan dalam suatu karangan persuasi harus kitalakukan dengan benar agar tujuan kita tercapai. Suatu kesimpulan dapat dibuat apabila data yang diperoleh telah dianalisis. Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara induksi atau deduksi.

Contoh:
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di beberapa kota besar di Jawa Barat dapat dikemukakan ciri-ciri seorang pecandu narkoba adalah ....

E. Penutup Paragraf Persuasif

Pada bagian ini penulis mengajak pembaca untuk waspada dan hati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkotika dan menjauhi narkotika yang berbahaya bagi kesehatan fisik dan jiwa.





CONTOH PARAGRAF PERSUASIF
BANJIR

Pada awal tahun 2009 bencanabanjir telah merebak ke wilayah-wilayah yah ada di Indonesia. Banyak masyarakat yang menjadi korban banjir. Hai itu tidak lepas dari ulah manusia itu sendiri. Mulai dari menebang pohon secara liar, penambangan batu bara yang tidak sesuai dengan prosedur, sampai membuang sampah sembarangan. Memang membuang sampah sembarangan dianggap hal yang biasa, Padahal akibat yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan yang sedikit demi sedikit itu dilakukan akan berdampak buruk pada kehidupan makhluk hidup khususnya di Indonesia.
Banjir yang tengah melanda Indonesia sering memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Oleh karena itu agar kejadian itu tidak terulang terus menerus, kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi dan telah diberikan kekayaan alam yang melimpah seharusnya berterima kasih dengan menjaga ataupun melestarikannya.
Mulai dari sekarang kita harus membenahi lingkungan kita, mulai mencegah banjir dengan hal yang terkecil misalnya, membuang sampah pada tempatnya. Walaupun cara itu terkesan tidak membantu sama sekali tetapi dengan cara itu pula kita dapat mengurangi korban jiwa yang disebabkan pleh banjir.
5.   Orientasi dari media massa
Perubahan sosial merupakan gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat dan merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan sosial di masyarakat meliputi beberapa orientasi, antara lain (1) perubahan dengan orientasi pada upaya meninggalkan faktor-faktor atau unsur-unsur kehidupan sosial yang mesti ditinggalkan atau diubah, (2) perubahan dengan orientasi pada suatu bentuk atau unsur yang memang bentuk atau unsur baru, (3) suatu perubahan yang berorientasi pada bentuk, unsur, atau nilai yang telah eksis atau ada pada masa lampau.
Dalam memantapkan orientasi suatu proses perubahan, ada beberapa faktor yang memberikan kekuatan pada orientasi perubahan tersebut, antara lain adalah sebagai berikut: (1) sikap, dalam hal ini baik skala individu maupun skala kelompok yang mampu menghargai karya pihak lain, tanpa dilihat dari skala besar atau kecilnya produktivitas kerja itu sendiri, (2) adanya kemampuan untuk mentolerir sejumlah penyimpangan dari bentuk-bentuk atau unsur-unsur rutinitas, sebab pada hakekatnya salah satu pendorong perubahan adanya individu-individu yang menyimpang dari hal-hal yang rutin, makhluk yang suka menyimpang dari unsur-unsur rutinitas, (3) mengokohkan suatu kebiasaan atau sikap mental yang mampu memberikan penghargaan (reward) kepada pihak lain (individual, kelompok) yang berprestasi dalam berinovasi, baik dalam bidang sosial, ekonomi, dan iptek, (4) tersedianya fasilitas dan pelayanan pendidikan dan pelatihan yang memiliki spesifikasi dan kualifikasi progresif, demokratis, dan terbuka bagi semua fihak yang membutuhkannya.
Suatu proses perubahan sosial tidak selalu berorientasi pada kemajuan semata. Tidak menutup kemungkinan bahwa proses perubahan sosial juga mengarah pada kemunduran atau mungkin mengarah pada suatu degradasi pada sejumlah aspek atau nilai kehidupan dalam masyarakat yang bersangkutan. Suatu kemunduran dan degradasi (luntur atau berkurangnya suatu derajat atau kualifikasi bentuk-bentuk atau nial-nilai dalam masyarakat), tidak hanya satu arah atau orientasi perubahan secara linier, tetapi juga memiliki dampak sampingan dari keberhasilan suatu proses perubahan. Contohnya perubahan iptek, dari iptek yang bersahaja ke iptek yang modern (maju), mungkin menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada unsur-unsur atau nilai-nilai yang tengah berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan, yang sering disebut sebagai culture-shock.
4. Fungsi media massa :
1)    Psikologi
Dampak positif : apabila dalam keadaan suntuk, cape atau stres dengan adanya media massa seperti hiburan yang ditayangkan dalam televisi, diperdengarkan radio, dan majalah bisa terhibur sehingga pikiran kita bia kembali fresh dan jernih.
Dampak negatif :  apabila berita atau info yang disebarluaskan itu tidak sesuai dengan pola pikir maka otomatis pikiran jadi tertekan.
2)    Agama
Dampak positif : apabila berita yang disebarkan tidak bertentangan dengan ajaran agama (islam) karena dalam media massa seperti dalam televisi terdapat siaran khusus agama dan koran atau majalah ada blog yang menuliskan tentang keagamaan.
Dampak negatif : berita yang disebarkan itu bertentangan dengan ajaran agama seperti menyebarkan aib seseorang dan selain itu juga menayangkan film-film pornografi karena dalam ajaran agama merupakan perbuatan yang tercela.
3)    Moral
Dampak negatif : Mengurangi sikap pada kalangan pelajar, hal ini nanti berdampak menurunnya atau mengubah perilaku yang baik menjadi buruk (terutama pada generasi muda), hal ini dikarenakan, waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, namun digunakan untuk membaca majalah yang bukan porsi mereka.
Dampak positif : dengan adanya media,  sikap, perilaku bahkan pola pikir seseorang dapat meningkat karena dalam jurnalistik fungsi media massa dapat mengubah perilaku yang buruk menjadi baik.
4)    Orang tua
Dampak positif : dengan adanya media massa ( komputer atau internet ) memungkinkan orang tua dapat memantau dan mengetahui perkembangan pendidikan anaknya seperti siaran-siaran apa saja yang ditontonnya di televisi. Sehingga, mereka dapat mengetahui dan melihat hasil pembelajaran anaknya, mulai nilai harian, penugasan, nilai ujian, dan prestasi secara keseluruhan.
Dampak negatif : apabila orang tua lengah atau sibuk bekerja tanpa memantau perkembangan anaknya, anak mencari kegiatan yang bisa menghiburnya lari di tempat yang tidak semestinya atau nonton televisi yang berbaur dengan pornografi sehingga anak menjadi brutal, jadi yang salah disini orang tua kurang memperhatikan anaknya.
5)    Pendidikan
Dampak positif: Media massa itu sebagai sarana pendidikan massa (mass Education), media massa memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya.
Dampak negatifnya : Mengurangi minat belajar pada kalangan pelajar, hal ini nanti berdampak menurunnya kualitas sumber daya manusia (terutama pada generasi muda), hal ini dikarenakan, waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, namun digunakan untuk membaca majalah, surat kabar, yang mana isi pemberitaannya belum tentu sesuai dengan porsi mereka.
6)    Ekonomi
Dampak negatifnya : a) Perilaku konsumerisme akibat berbagai iklan, promosi, maupun hanya sekedar ikut-ikutan mode yang sedang banyak digunakan oleh teman-temannya.b) Menurunkan tingkat produktifitas. Hal ini dikarenakan banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan hal-hal yang produktif justru digunakan untuk membaca atau mengakses informasi dari media massa. c) Meningkatnya jumlah pengeluaran. Tidak jarang kita jumpai beberapa anggota masyarakat yang rela mengeluarkan uangnya untuk membeli pulsa hanya sekedar untuk dapat mengakses facebook. Padahal, banyak kebutuhan-kebutuhan yang bersifat lebih primernya belum tercukupi.
Dampak positif : a) Mempermudah produsen maupun distributor untuk mensosialisasikan atau memasarkan produknya, b) Mempermudah masyarakat untuk mengetahui berbagai hal terkait suatu produk, c) Mempermudah para usahawan untuk memperluas jaringan usahanya, d) Mempermudah masyarakat untuk berbagi seputar keunggulan, kelemahan dari suatu produk barang dan jasa, e) Menambah lapangan pekerjaan, hal ini dikarenakan industri media massa (terutama media cetak) banyak menyerap tenaga kerja, baik di sektor produksi maupun distribusi.
7)    Masyarakat
Dampak positif :  1) menyediakan informasi dan peringatan kepada masyarakat tentang apa saja di lingkungan mereka. Media massa meng-up date pengetahuan dan pemahaman manusia tentang lingkungan sekitarnya. 2) menjadi sarana memproses, menginterpretasikan dan mengkorelasikan seluruh pengetahuan atau hal yang diketahui oleh manusia. 3) menyebarkan nilai, ide dari generasi satu ke generasi yang lain.4) menghibur manusia. Manusia cenderung untuk melihat dan memahami peristiwa atau pengalaman manusia sebagai sebuah hiburan.
Dampak negatif : Menurunkan produktifitas, hal ini dikarenakan tidak sedikit masyarakat yang menghabiskan waktunya untuk membaca atau mengakses media massa. Padahal, waktu tersebut dapat digunakan untuk melakukan hal-hal produktif lainnya.
8)    Persaudaraan
Dampak positif : adanya program di televisi yang membuat hubungan silaturahmi yang pernah terputus menjadi terhubung kembali.
Dampak negatif : apabila informasi dalam media massa bila tidak disertai dengan sikap disiplin dan cermat, maka dapat mengakibatkan melemahnya rasa kemanusiaan dan rasa kegotongroyongan.
9)    Persahabatan
Dampak positif : dengan adanya media massa seperti internet (online,BBM-an) membuat hubungan silaturahmi yang pernah terputus atau bertengkar dengan sahabat menjadi terhubung kembali.
Dampak negatif : apabila kita salah menggunakan media massa misalnya membeberkan masalah atau aib sahabat di depan baik-baik di belakang menusuk, akibatnya persahabatan yang sudah lama terjalin akan terputus.

 3. Bahasa Jurnalistik
1)    DBD di Pasarwajo, 5 tewas
( sumber : ANEKA , Kendari Pos/ Senin, 15 Februari 2011 )
    Penggunaan kata tewas pada kalimat di atas salah atau pemilihan katanya tidak tepat/ makna kalimatnya tidak logis dan penulisan angka 5, seharusnya yaitu
DBD di Pasarwajo, lima orang meninggal dunia
2)    Bikin sekolah Internasional, Kalsel usul Rp 45 miliar
( sumber : DIKBUD, Media Sultra/ Selasa, 8 November 2011 )
    Penggunaan kata bikin tidak tepat atau tidak lazim karena kata tersebut merupakan kata yang tidak baku, seharusnya yaitu
Dirikan sekolah Internasional, Kal-Sel usul Rp 45 miliar
3)    Dewan wacanakan Moratorium Block Grant
( sumber : METRO, Kendari Pos/ Selasa, 14 September 2010 )
    Penggunaan kata block grant pada kalimat di atas tidak lazim karena menggunakan kata asing yang maknanya tidak dimengerti masyarakat luas, seharusnya yaitu
Dewan wacanakan moratorium dana khusus pemerintah di desa
4)    Ratusan guru ngaplo
 ( sumber : EDUKASI, Kendari Pos/ Selasa, 14 September 2010 )
    Penggunaan kata ngaplo pada kalimat di atas tidak tepat karena menggunakan bahasa daerah sehingga kurang dimengerti, seharusnya yaitu
Ratusan guru menunggu gaji pokok
5)    Penjual pisang epe dianiaya sekelompok pemuda
( sumber : METRO, Kendari Pos/ Jumat, 30 September 2011 )
    Penggunaan kata kerja di atas adalah termasuk kalimat pasif yang seharusnya jurnalistik itu mengutamakan kalimat aktif yaitu
Sekelompok pemuda menganiaya penjual pisang epe
6)    Tak Cuma Mohawk bikin beda
( sumber : GOLU, Kendari Pos/ Selasa, 2 Agustus 2011 )
    Pada kalimat di atas menggunakan kata yang tidak baku seperti kata Cuma dan bikin atau kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang seharusnya yaitu
Tidak hanya Mohawk yang buat beda
7)    Zhelebes tetap eksis
( sumber : HIBURAN, Kendari Pos/ Jumat, 30 September 2011 )
    Penggunaan kata eksis pada kalimat diatas menggunakan kata yang lazim, akan tetapi bagi masyarakat awam tidak dimengerti, jadi kalimatnya yaitu
Grup band Zhelebes tetap aktif di industri musik
8)    Delepan pemerkosa ABG dilepas polisi
( sumber : BUMI ANOA, Kendari Pos/ Selasa, 14 September 2010 )
    Penggunaan kata kerja diatas adalah termasuk kalimat pasif yang seharusnya  bahasa jurnalistik itu mengutamakan kalimat aktif yaitu
Polisi melepaskan delapan pemerkosa ABG
9)    Pemetaan Black Spot sistem online
( sumber : METRO, Kendari Pos/ Selasa, 2 Agustus 2011 )
    Penggunaan kata black spot pada kalimat diatas tidak lazim karena menggunakan kata asing yang tidak dimengerti masyarakat luas, seharusnya yaitu
Pemetaan noda hitam di jalan raya dengan sistem online
10)     Anggota DPRD Muna “ Ngambek “
( sumber : BUMI ANOA, Kendari Pos/ Selasa, 14 September 2010 )
    Penggunaan kata ngambek pada kalimat diatas tidak tepat karena menggunakan bahasa sehari-hari sehingga kurang lazim, seharusnya yaitu
Anggota DPRD Muna marah-marah
11)     Kuda jingkrak, kuda hitam
( sumber : GOLU, Kendari Pos/ Selasa, 14 September 2010 )
    Penggunaan kata pada kalimat diatas tidak lazim karena menggunakan kata istilah yang tidak dimengerti masyarakat luas, seharusnya yaitu
Mobil Ferrari punya lambang kuda jingkrak, pembalap Fernando Alonso menjadi kuda hitam juara dunia
12)     Jangan kebiri hak guru
( sumber : METRO, Kendari Pos/ Jumat, 30 September 2011 )
    Penggunaan kata kebiri pada kalimat diatas tidak lazim karena manggunakan bahasa daerah sehingga kurang dimengerti, seharusnya yaitu
Jangan tindas dan potong hak guru
13)     506 jiwa korban tewas akibat banjir di Thailand
( sumber : INTERNASIONAL, Media Sultra/  Selasa, 8 November 2011 )
    Penggunaan kata pada kalimat diatas tidak lazim karena menggunakan bahasa yang maknanya ambigu sehingga kurang dimengerti, seharusnya yaitu
506 korban tewas akibat banjir di Thailand
14)     Pemerintah genjot jumlah doktor
( sumber : Kendari Pos/ Selasa, 14 September 2010 )
    Penggunaan kata genjot pada kalimat diatas tidak lazim karena menggunakan bahasa daerah sehingga kurang dimengerti, seharusnya yaitu
Pemerintah menyaring jumlah doktor melalui pemberian beasiswa
15)     “ Jadi, Hari Kasih Sayang itu kami rayakan sama kru saja,” kata Mitha diiringi anggukan Dara ketika ditemui di Studio Penta SCTV.
( sumber : HIBURAN, Kendari Pos/ Senin, 15 Februari 2011 )
    Penggunaan kata studio penta SCTV pada kalimat diatas seharusnya ditulis miring yaitu
“ Jadi, Hari Kasih Sayang itu kami rayakan sama kru saja,” Kata Mitha diiringi anggukan Dara ketika ditemui di studio Penta SCTV.
16)     Kendari Pos akhir pekan lalu (13/2) bertandang ke rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, untuk mengetahui lebih jauh seperti apa sosok Maudy.
( sumber : HIBURAN, Kendari Pos/  Senin, 15 Februari 2011 )
    Penggunaan kata kendari pos pada kalimat diatas seharusnya ditulis miring karena merupakan nama media cetak yaitu
Kendari Pos akhir pekan lalu ( 13/2 ) bertandang ke rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, untuk mengetahui lebih jauh seperti apa sosok Maudy.
17)     tampak pula para gereasi muda untuk melakukan aktivitas olahraga seperti bermain bola.
( sumber : DAERAH, Media Sultra/ Jumat, 17 Juni 2011 )
    Kalimat diatas salah karena tidak diawali dengan huruf   dan pengejaan kata gereasi seharusnya yaitu
Tampak pula para generasi muda untuk melakukan aktivitas olahraga seperti bermain bola.
18)     Jumlah penduduk 460 jiwa atau dihuni 115 Kepala Keluarga Mayoritas warganya suku Bigis Makassar.
( sumber : DAERAH, Media Sultra/ Jumat, 17 Juni 2011 )
    Kalimat diatas masih salah karena ditengah kalimat menggunakan huruf kapital dan pengejaannya masih salah juga, seharusnya yaitu
Jumlah penduduk 460 jiwa atau dihuni 115 kepala keluarga mayoritas warganya suku Bugis Makassar.
19)     Sekda H. Kahar Pagala mengatakan pameran pembangunan dan potensi yang berskala Regional Nasional.
( sumber : DAERAH, Media Sultra/ Jumat, 17 Juni 2011 )
    Kalimat diatas masih salah karena diakhir kalimat menggunakan huruf kapital, seharusnya yaitu
Sekda H. Kahar Pagala mengatakan pameran pembangunan dan potensi yang berskala regional nasional.
20)     “saya tekankan ada 3 peran yang harus dimiliki pemimpin, yaitu berperan sebagai Administrator pemerintah, sebagai pengayom masyarakat dan sebagai bapak atau pendidik,” ujar Lukman.
( sumber : DAERAH, Media Sultra/ Jumat, 17 Juni 2011 )
    Kalimat diatas salah karena setelah tanda kutip tidak diawali dengan huruf kapital, penulisan angka harus ditulis dengan huruf, dan ditengah kalimat ada huruf kapital, seharusnya yaitu
“Saya tekankan ada tiga peran yang harus dimiliki pemimpin, yaitu berperan sebagai administrator pemerintah, sebagai pengayom masyarakat dan sebagai bapak atau pendidik,” ujar Lukman.




21)     The Age edisi Jumat 11 Maret 2011 berjudul, “ Yud-
Hoyono ‘ abused power’
( sumber : DAERAH, Media Sultra/ Jumat, 17 Juni 2011 )
    Pemenggalan kata diatas salah seharusnya yaitu Yu-
dhoyono ‘ abused power’